Kamis, 07 Mei 2009

Ponyo On The Cliff by The Sea.

Jika kalian menyukai film-film keluaran studio Ghibli, atau mungkin kalian setia mengikuti film-film karya om Hayao Miyazaki, kebetulan sekali sekarang saya sedang ingin membahas film terbaru om Hayao ini yang juga keluaran studio Ghibli yaitu 'Ponyo On The Cliff by The Sea' (jeng jeng!) yakni sebuah Film Animasi yang begitu ringan, menghibur dan penuh semangat.
Pada mulanya, banyak yang mengira dan kecewa akan munculnya isu bahwa om Hayao akan segera pensiun sehingga kita berkesimpulan bahwa
Howl's Moving Castle adalah film terakhirnya. Tetapi dengan keluarnya Ponyo ini, saya sadar bahwa saya telah termakan isu asu itu. Buktinya tahun 2009 ini, film yang memiliki peran utama ikan mas telah beredar di pasaran. Asik bukan, karena sekali lagi kita dapat menikmati keindahan imajinasi yang diciptakan oleh om Hayao ini. Horeee!.
Berbeda dengan film-film terdahulunya, Hayao kali ini mengangkat cerita tentang seekor ikan mas betina (atau semacam putri duyung) yang melarikan diri dari rumahnya yang merupakan sebuah lautan, tetapi karena diperjalanan ia terbawa arus, maka ia terdampar di pantai dan ditemukan oleh Sosuke, anak laki-laki dengan kisaran umur 5 tahun. Sosuke lalu memberinya nama 'Ponyo' dan merawatnya dengan penuh semangat. Tetapi tak lama, Ayah Ponyo yang merasa khawatir atas kehilangnya, mengutus ombak untuk mengambil kembali Ponyo kedalam lautan. Sosuke yang mengalami hal tersebut begitu sedih, tetapi tanpa disangka, di dalam laut Ponyo bersikeras untuk kembali ke daratan dan berubah menjadi manusia untuk menemui Sosuke.
Setelah menonton film ini, saya teringat akan film Hayao sebelumnya, yaitu "My Neighbor Totoro". Sosok Ponyo sekilas mirip dengan Mei, lugu dan penuh semangat. Disamping itu saya merasa bahwa Ponyo berbeda dengan Spirited Away atau Princess Mononuke, yang mengangkat konflik lebih rumit dan serius. Ponyo merupakan film ringan yang sangat menghibur dan mengingatkan kita akan indahnya masa-masa kecil. Berbeda dengan film terdahulunya Hayao kerap menggunakan teknik animasi 2-D yang cukup realis, tetapi kali ini ia bertekad menggunakan pastel watercolor yang sekilas memberikan kesan gambaran tangan anak-anak.Ciri khas Hayao dalam menciptakan karakter yang begitu manusiawi masih terlihat dalam film Ponyo, seperti biasa tidak ada yang sepenuhnya jahat dalam film ini, bahkan bisa dibilang tidak ada. Dan bila diperhatikan kebiasaan Hayao menaruh karakter nenek-nenek, seperti dalam Spirited Away dan Howl's Moving Castle dapat ditemukan dalam film ini. Salah satu yang cukup menghibur saya adalah bentuk Ponyo yang kurang wajar sebagai seekor ikan mas, lebih-lebih lagi ketika ia baru-baru memunculkan kaki serta tangan (sekilas mirip ayam kate berkepala kodok) atau saat mengerahkan kekuatan magic nya, mimik Ponyo benar-benar membuat saya tertawa tak karuan.
Hebatnya lagi, Ponyo on the Cliff memenangkan beberapa penghargaan, salah satunya untuk "Best Animation Film". Oleh karena itu bagi pecinta film-film Ghibli ataupun Hayao, saya sarankan kalian untuk menonton film ini. Semoga
saja akan ditayangkan di bioskop-bioskop terdekat, kalaupun tidak beli saja dvdnya di toko-toko terdekat dan kalaupun tidak ada juga marilah ke itc-itc terdekat, hihihihihi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar